Pariaman – Sejumlah korban gempa 7,6 skala Richter di Kenagarian Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai terserang diare, flu, dan demam akibat kedinginan berada di tenda darurat.
Selain itu, korban gempa yang berada di tenda-tenda darurat dan sebagian bertahan di sisa puing-puing reruntuhan bangunan rumahnya juga kekurangan air bersih.
Sementara bantuan dari berbagai pihak yang sudah mengalir ke posko induk di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman pembagiannya belum merata, seperti obat-obatan, selimut, dan tenda.
Salah seorang tim Dokter Posko Kesehatan Polda Sumatera Selatan di Pulau Air, Tandikek, Iptu, Rahmat Fajar, mengatakan, korban yang datang ke posko umumnya mulai terserang demam, diare, dan flu.
“Kami hanya punya persediaan obat-obatan untuk 100-an personel yang bertugas melakukan evakuasi 400-an warga yang tertimbun longsor. Tapi, warga yang sudah terserang beragam penyakit tentu persediaan yang diberikan dulu,” katanya.
Bantuan obat-obatan hingga hari ketiga pascagempa belum sampai ke posko petugas yang melakukan evakuasi, termasuk sarana air bersih baru sampai Sabtu sore.
Rahmat menilai, koordinasi terlihat belum berjalan normal sehingga bantuan logistik untuk petugas yang melakukan evakuasi di Cumanak, Pulau Koto, dan Lubuk Laweh, Nagari Tandikek, belum maksimal.
Sejak posko Polda Sumsel pertama berdiri pada hari kedua (Jumat) pascagempa minim sekali bantuan logistik termasuk peralatan untuk melakukan evakuasi. “Kita berharap pemerintah kabupaten (pemkab) setempat lebih mengoptimalkan koordinasi sehingga apa-apa yang dibutuhkan petugas evakuasi, termasuk pelayanan medis terhadap masyarakat bisa disampaikan,” katanya.
Jhon, warga yang menjadi korban gempa di Pulau Air, Tandikek, menuturkan, memasuki hari ketiga dia belum menerima bantuan, tenda, dan obat-obatan sehingga anak-anak mulai terserang penyakit. “Rumah kami rusak berat sehingga harus bertahan pada bagiaan bangunan yang tidak rata dengan tanah dengan mengandalkan tenda plastik apa adanya,” katanya.
Pria berumur 51 tahun itu sangat berharap bantuan yang sudah ada di posko tingkat Kabupaten Padang Pariaman didistribusikan segera dan merata.
Data sementara, kerusakan rumah warga di Padang Pariaman, kategori berat 19.183, sedang 1.143, dan ringan 422 unit, serta ratusan gedung fasilitas umum. Korban meninggal tercatat sementara 237 orang, luka-luka berat 155 orang, dan luka ringan 238 orang.
Sumber : www.kompas.com
Want to learn more about Penyakit Mulai Hinggapi Korban Gempa? Here are some resources for you:
Or for further references, check out the following resources:
- tsunami jepang videos pakistan tube watch free videos online
Search and watch millions of latest online videos from Pakistan with latest videos on news politics, entertainment, cricket, showbiz, movies, songs along with popular (source) - gempa bumi
Mengingat bencana alam gempa yang di ikuti oleh tsunami telah menelan korban berikan oleh gempa itu sendiri. Mulai dari di hinggapi penyakit mudah lupa (source) - korban tsunami videos pakistan tube watch free videos online
Watch korban tsunami online for free on Pakistan Videos where you can search and watch thousands of videos online. In addition to korban tsunami, you can also most (source) - haiti dan organisasi internasional berusaha atasi wabah kolera
Wabah penyakit kolera di Haiti Wabah tersebut adalah keadaan darurat medis yang paling buruk di Haiti sejak gempa bumi Wabah Kolera Terus Menelan Korban (source) - my ways
Gempa bumi mengguncang berbagai penyakit pasca banjir terjadi. Mulai dari menyerang para korban setelah banjir. Penyakit tersebut dikenal (source)




