Bapak Syahrial (48) adalah salah seorang dari ribuan korban yang selamat dari musibah gempa dan tsunami yang melanda Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, 25 Oktober 2010 lalu. Pak Syahrial berasal dari dusun Monte, Desa Baitumonga Kecamatan Pagai Utara, salah satu diantara sekian daerah yang terparah dihantam tsunami. Sebelum tsunami, bapak ini punya seorang istri dan lima orang anak. Saat tsunami terjadi, Beliau kehilangan istri beserta tiga anaknya.
Kini pak Syahrial menjadi orang tua tunggal bagi kedua anaknya yang selamat. Anak perempuannya sudah kelas tiga SMP, yang laki-laki sekolah SD, mereka semua tinggal di Gereja GKPN di Nemnem Lelewu. “ kapan adek-adek ini berencana ke Dusun kami lagi Monte Baru Baru ?”, Tanya pak Syahrial kepada team APF. ” kalau berangkat tolong jemput saya di gereja, saya juga ingin pulang sebentar, kalau pulang sendiri belum bisa karena kaki saya belum sembuh dari luka akibat tsunami dulu” kata Pak Syahrial, sambil meunjuk bekas luka dilutut kirinya .
Setelah diam beberapa saat kemudian Bapak Syahrial melanjutkan lagi ceritanya. “ sebelum tsunami terjadi , saya seorang pengusaha. Saya memiliki dua perahu dan kebun yang siap panen seperti cengkeh, coklat, kelapa dan durian. Tetapi sekarang semuanya hilang. Tanaman dikebun rusak akibat tsunami, dua orang anak saya itulah yang sekarang menjadi modal hidup saya, penyemangat hidup saya, mudah-mudahan rasa trauma kami bisa cepat hilang dan kami bisa kembali melaut, memancing ikan dan menangkap lobster”.
ketika Ihsan Yunadi (Koordinator Team APF) di Mentawai menanyakan apakah ” bapak tahu rencana pemerintah yang akan merelokasi perkampungan Bapak ke KM 8 dan apakah relokasi itu tidak mengganggu aktifitas melaut?”
Pak syahrial mengatakan bahwa dia mengetahui hal itu ” itu di lokasi transmigrasi, lebih kurang 4 KM dari pinggir Pantai. bagi saya itu menggangu tapi bagi yang lainnya saya tidak tahu, namun alangkah lebih baik bagus lagi jika pemerintah membangun jalan tembus dari pantai ke perkampungan, karena jalan sekarang hanya bisa dilalui pejalan kaki”
Relokasi yang diaksanakan pemerintah bertujuan untuk melindungi warganya dari ancaman tsunami dan berbagai rencana pem,bangunan. Namun hal ini tentu tidak semudah membalik telapak tangan, karena hal ini bukan cuma masalah pindah rumah, namun juga berkaitan dengan masalah pekerjaan baru, sarana tansportasi baru, suasana baru, lingkungan baru, dll.
Want to learn more about Kisah Korban Tsunami Mentawai? Here are some resources for you:
Or for further references, check out the following resources:
- foto kerusakan tsunami mentawai kompas com
Foto-foto udara kerusakan akibat gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Namun, data sementara jumlah korban tewas mencapai 154 orang dan hilang (source) - huntap korban tsunami mentawai belum dibangun yahoo news indonesia
TRIBUNNEWS.COM - Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) untuk korban Tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai Kalau kasusnya seperti ini, Coba deh baca kisah "UMAR BIN (source) - khazanah kisah korban tsunami « jakarta 45
Ada 200 ribu warga di daerah rawan tsunami Kisah relawan Mentawai GALERI: Dahsyatnya Menghilang Tujuh Tahun Korban Tsunami Aceh Ditemukan; Alhamdulillah (source) - okezone news inilah kisah pilu bocah korban tsunami mentawai
Inilah Kisah Pilu Bocah Korban Tsunami Mentawai Rus Akbar - Okezone (source) - vivanews korban tsunami mentawai belum dievakuasi
Korban Tsunami Mentawai Belum Dievakuasi "Lokasi sangat sulit dijangkau, jadi belum ada Kisah Tim Evakuasi Sukhoi di Gunung Salak; Pilot Sukhoi Ditemukan 5 Km dari (source)




